JAKARTA
– Kesepakatan antara PT Asuransi Sinarmas MSIG dengan Mitsui Sumitomo
Insurance Co Ltd, akan membuat PT Sinarmas Multiartha Tbk, menjadi
perusahaan asuransi bermodal terbesar di Indonesia.
Menurut siaran
pers PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG di Jakarta, Senin, inti Kesepakatan
antara kedua belah pihak adalah rencana penerbitan saham baru Asuransi
Jiwa Sinarmas MSIG senilai Rp7 triliun (JPY 66,7 miliar) yang akan
dibeli sepenuhnya oleh Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd.
Dengan
demikian komposisi kepemilikan saham di Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
adalah Sinarmas Multiartha Tbk, sebesar 50% dan sisanya dimiliki Mitsui
Sumitomo Insurance Co Ltd.
Jalinan kesepakatan itu akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Departemen Keuangan.
Asuransi
Jiwa Sinarmas MSIG akan menjadi perusahaan utama dalam penyedia jasa
perencanaan dan perlindungan keuangan di Indonesia dengan bergabungnya
Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd, yang sudah mempunyai pengalaman
global.
Selain itu, perusahaan dapat memperkuat permodalan
perusahaan dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi dan
memenangkan persaingan Global.
Modal Rp. 8,5 triliun akan
digunakan PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG untuk ekspansi bisnis melalui
semua lini usahanya yaitu Agency, Bancassurance, Corporate, serta Direct
& Telemarketing dan Electronic Distribution.
Modal ini juga akan digunakan untuk menciptakan produk baru yang dibutuhkan semua lapisan masyarakat.
Di
samping itu perusahaan juga memprioritaskan peningkatan kemampuan
pelayanan kepada seluruh pemegang polis (nasabah) dengan dukungan
seluruh staff dan teknologi yang andal.
Pendapatan premi Asuransi
Jiwa Sinarmas MSIG pada 2010 mencapai Rp9,2 triliun, naik dari tahun
2009 hanya Rp. 7,1 triliun dan total aset perusahaan naik dari Rp. 7,84
triliun menjadi Rp. 11,45 triliun pada periode yang sama.
Ekuitas
perseroan juga membaik menjadi Rp. 1,5 triliun dari R. p913 miliar dan
total aset mencapai Rp. 11,45 triliun dari Rp. 7,84 triliun.
Laba bersih naik menjadi Rp. 542,5 miliar dari sebelumnya Rp. 234 miliar. (gor/ant)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar